Sungguh Lucu ,...Gara 2 Kasus Gayus Kepala Imigrasi Jakarta Timur Bukannya Dipecat Malah Naik Pangkat

Diposting oleh Admin on Rabu, 12 Januari 2011

Foto paspor Sony Laksono
-  Kementerian Hukum dan HAM resmi mencopot Nasrul Ngabdimasa dari jabatannya sebagai Kepala Imigrasi Jakarta Timur. Namun, bukannya memecat Nasrul dari jabatannya, Kementerian justru memindahkan sekaligus mempromosikannya ke bagian lain.

"Lho, memang ada perputaran rotasi kan. Saya bilang, di birokrasi itu, namanya pergantian pejabat itu karena adanya mutasi horizontal pergantian pejabat, penyegaran," kata Kepala Biro Humas Kemenkum HAM, Martua Batubara, di Kantor Kemenkum HAM, Rabu (12/1).

Pasca dicopot, lanjutnya, Nasrul sekarang dipromosikan menjadi Kepala Sub Direktorat Penindakan di bawah Direktorat Penyidikan dan Penindakan Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM. Mekanisme ini sudah sesuai dengan surat perputaran rotasi pegawai di Kementerian.

Martua membantah pencopotan Nasrul disebabkan dugaan keterlibatannya dalam pembuatan paspor palsu atas nama Sony 'Gayus' Laksono.

Martua juga menyangkal jika pemindahan itu disebut sebagai sanksi yang diberikan Kementerian kepada Nasrul. "Bukan. Itu bagian dari dinamika organisasi. Hanya bertepatan waktu. Tapi perencanaan kepegawaian itu sudah berjalan secara rutin," kata dia.

Promosi itu, kata Martua, merupakan bentuk penghargaan atau reward yang patut diterima Nasrul. "Kalau dilihat dari jabatannya, beliau itu memang harus promosi. Karena itu kasubdit penindakan merupakan jabatan yang strategis," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian yang dipimpin Patrialis Akbar saat ini sedang gencar mengusut terbitnya paspor atas nama Sony Laksono. Paspor itu digunakan terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan untuk melancong ke Macau, Malaysia, dan Singapura.

Paspor dengan nomor register 1A11JC4639-JRT itu dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Jakarta Timur pada 5 Januari 2010, yang dikapalai oleh Nasrul Ngabdimasa.

Menanggapi dugaan keterlibatan Nasrul dalam kasus terbitnya paspor Sony Laksono, Martua mengatakan proses investigasinya akan tetap berjalan. "Harus dong. Setiap waktu kalau masih diperlukan keterangan, yang bersangkutan masih di sini, masih pegawai kita. Nggak ada kesulitan," ujarnya.

sumber :  TEMPO Interaktif, Jakarta

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.